Pembangunan PSEL Dikebut, Ditarget Olah 33.000 Ton Sampah/Hari Jadi Listrik

Pembangunan PSEL Dikebut, Ditarget Olah 33.000 Ton Sampah/Hari Jadi Listrik
Fasilitas PSEL atau waste to energy di TPA Benowo, Surabaya./Dok KLH

Mataraminsight.com, JAKARTA – Pemerintah berencana memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada Juni 2026. Percepatan Pembangunan ini sebagai bagian dari solusi strategis untuk mengatasi krisis sampah nasional. 

Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengatakan PSEL ditargetkan dapat mengurangi timbulan sampah sebesar 33.000 ton per hari atau sekitar 22,48% dari total timbulan sampah nasional. 

Dia menyampaikan saat ini timbulan sampah di Indonesia telah mencapai sekitar 140.000 ton per hari. Sedangkan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan pengolahan berbasis reduce-reuse-resycle (3R) masih terbatas. 

Melalui penerapan teknologi termal seperti insinerasi, PSEL diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik.

Qodari menyampaikan program ini difokuskan pada wilayah perkotaan dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari. Selain mengurangi beban sampah, keberadaan PSEL juga dinilai dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama di sekitar TPA, dengan menurunkan risiko berbagai penyakit.

“Dalam jangka panjang, keberadaan PSEL diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta memperkuat peran daerah dalam mendukung transisi menuju ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon,” kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Pembangunan PSEL di 30 Lokasi

Dari sisi energi, PSEL juga memiliki potensi besar. Untuk fasilitas dengan kapasitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari, listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai rata-rata 25 megawatt (MW).

Selain itu, proyek ini turut membuka peluang ekonomi melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi nilai tambah dari pengembangan PSEL.

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Total kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai 33.000 ton sampah per hari.

Pada tahap awal, pembangunan akan dimulai melalui groundbreaking di lima wilayah, yakni Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar, serta Bandung pada Juni 2026.

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Pemerintah Bidik Pangkas 33.000 Ton Sampah per Hari dari PSEL

Leave a Reply