Sejumlah Perjalanan Kereta Terganggu Akibat Kecelakan di Stasiun Bekasi Timur

Sejumlah Perjalanan Kereta Terganggu Akibat Kecelakan di Stasiun Bekasi Timur
Kereta api tertahan imbas kecelakaan terjadi antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. (BISNIS/Akbar Evandio)

Mataraminsight.com, BEKASI – Sejumlah kereta jarak jauh terganggu akibat insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan LRT Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Pantauan Bisnis.com, di Stasiun Jatinegara sekitar pukul 22.25 WIB menunjukkan sedikitnya tiga rangkaian kereta belum dapat diberangkatkan. Dua di antaranya merupakan commuter line, sementara satu lainnya adalah kereta jarak jauh Purwajaya relasi Gambir–Cilacap.

Kereta-kereta tersebut dilaporkan mulai tertahan sejak pukul 21.18 WIB akibat dampak tabrakan yang terjadi di lintas Bekasi. Sejumlah penumpang commuter line terlihat turun ke peron Stasiun Jatinegara.

Sebagian memilih mengakhiri perjalanan lebih awal, sementara lainnya tetap bertahan di dalam kereta menunggu kepastian keberangkatan.

Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL commuter line di area Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Suasana di lokasi kejadian dilaporkan sempat panik, dengan penumpang berhamburan ke peron setelah mengalami syok.

Dalam sejumlah rekaman video yang beredar, terlihat penumpang saling membantu proses evakuasi. Beberapa korban tampak mengalami luka ringan, termasuk cedera di bagian kepala yang ditangani secara darurat oleh sesama penumpang menggunakan kain atau handuk.

Ada pula penumpang yang duduk dan beristirahat di peron untuk memulihkan kondisi pascakejadian.

Rangkaian KRL yang terlibat tabrakan terlihat masih berada di sisi peron dengan kondisi pintu terbuka dan lampu dalam keadaan mati.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa gangguan terjadi pada pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.

Menurut keterangan resmi, insiden terjadi akibat tertempernya rangkaian PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B atau KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang.

“Kami bersama pihak kepolisian saat ini tengah melakukan proses evakuasi rangkaian kereta serta penanganan korban. Upaya pemulihan operasional terus dilakukan agar perjalanan kereta dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung–Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.

Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian serta jumlah perjalanan kereta yang terdampak masih dalam proses investigasi. KAI memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan penanganan di lapangan serta mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan di area perkeretaapian.

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Perjalanan KA Jarak Jauh Terganggu

Leave a Reply