Pendaki Asal Karanganyar Meninggal Usai Jatuh di Jurang Gunung Sumbing

Pendaki Asal Karanganyar Meninggal Usai Jatuh di Jurang Gunung Sumbing
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah pendaki asal Karanganyar yang meninggal dunia setelah terjatuh di jurang Gunung Sumbing. (Dok. BPBD Temanggung)

Mataraminsight.com, TEMANGGUNG — Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendakian. Seorang pendaki asal Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bernama Dude Kurniawan Pasha, 17, meninggal dunia setelah terjatuh dari jurang kawasan Puncak Sejati Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Totok Nursetyanto mengatakan korban merupakan pelajar asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (23/8/2026) pagi.

“Korban ditemukan di area jurang Puncak Sejati dengan kedalaman kurang lebih 150 meter dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB,” ujar Totok Nursetyanto saat dikonfirmasi Espos Minggu malam. 

Totok mengatakan semula korban bersama dua temannya Fatahilah, 17, dan Rangga Dwi Arianto, 17, tiba di Basecamp Gunung Sumbing via Banaran, Jumat (21/8/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah beristirahat, ketiganya memulai pendakian dengan sistem tektok sekitar pukul 23.30 WIB.

“Rombongan berangkat dari basecamp menaiki ojek dalam kondisi fisik sehat untuk melakukan pendakian menuju Puncak Sejati,” imbuhnya. 

Keesokan harinya Sabtu (22/8/2026), satu teman korban Rangga hanya mampu melakukan pendakian hingga kawasan sabana. Dia kemudian turun ke basecamp bersama pendaki lainnya. 

Sementara korban dan satu temannya Fatahilah terus mendaki hingga mencapai Puncak Sejati. Keduanya disebut berhasil menggapai titik tertinggi Gunung Sumbing.

“Sekitar pukul 13.00 WIB, kedua pendaki itu turun menggunakan jalur berbeda. Korban mencari jalur sendiri melalui tebing di bawah puncak sejati [sisi utara],” ungkap Totok. 

Namun hingga Sabtu malam, korban tak kunjung turun ke basecamp. Teman korban pun melaporkan kehilangan dan pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan malam hari.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas Wonosobo, SAR Temanggung, dan masyarakat menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di jurang kawasan Puncak Sejati. Jenazah korban langsung dibawa turun ke basecamp. 

“Sekitar pukul 13.40 WIB jenazah sampai di basecamp Banaran. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Temanggung. Saat ditemukan korban menggunakan pakaian serba hitam, topi warna hitam dengan sedikit coretan putih dan membawa logistik berupa dua roti aoka,” tandasnya. 

Leave a Reply