Ratusan Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi Reformasi Kampus Usai Rektor Jadi Tersangka

Ratusan Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi Reformasi Kampus Usai Rektor Jadi Tersangka
Seratusan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (24/8/2026) sore. ANTARA/Sumarwoto

Mataraminsight.com, PURWOKERTO — Seratusan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (24/8/2026) sore. Mahasiswa mendesak reformasi struktural dan penghapusan praktik korupsi di lingkungan kampus.

Aksi bertajuk “Unsoed Problematik: Reformasi Struktural dan Hapus Praktik Korupsi di Lingkungan Kampus” tersebut digelar untuk menyikapi kasus yang dihadapi sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri itu.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed Azza Febra Pramudika mengatakan mahasiswa menolak praktik korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri, termasuk jika melibatkan unsur pimpinan universitas.

Ia menegaskan persoalan tersebut tidak dapat digeneralisasi dengan menganggap mahasiswa yang diterima di Fakultas Kedokteran (FK) melalui jalur mandiri menggunakan cara-cara tidak semestinya.

“Masih banyak yang sebetulnya punya kemampuan, kapasitas diri, dan layak untuk masuk Fakultas Kedokteran,” katanya yang dikutip dari Antara.

Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Unsoed Edi Santoso mengatakan aksi mahasiswa merupakan hal wajar sebagai bentuk kekecewaan terhadap persoalan yang sedang dihadapi kampus.

“Kita semua sedih, kita semua terpukul dengan kejadian itu. Maka justru kami mengajak para dekan, dosen, juga tenaga kependidikan untuk ikut aksi bersama mahasiswa,” katanya yang dikutip dari Antara

Menurut dia, persoalan tersebut bukan hanya menjadi kegelisahan mahasiswa, tetapi seluruh sivitas akademika Unsoed.

Ia mengharapkan aksi tersebut menjadi titik balik dan momentum refleksi untuk melakukan perbaikan.

Ia juga menanggapi adanya tulisan bernada sarkastis dan provokatif di sekitar lokasi aksi.

Berdasarkan pengecekan pihak kampus, kamera pengawas (CCTV) di lokasi mengalami kerusakan dan diduga dirusak sebelum aksi berlangsung.

“Kita masih menganggap ini normal, wajar saja dalam suasana seperti ini. Mungkin banyak pihak, banyak kepentingan,” kata Edi.

Sementara itu, Rektorat Unsoed mengeluarkan surat pernyataan resmi yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsoed Prof Ali Rokhman, Ketua Senat Unsoed Prof Mas Yedi Sumaryadi, serta jajaran pimpinan dan dekan.

Dalam surat tertanggal 24 Agustus 2026 yang dibacakan Plt Rektor Unsoed Prof Ali Rokhman di hadapan massa mahasiswa tersebut, rektorat dan pimpinan fakultas menyepakati delapan poin tindak lanjut dan reformasi kampus.

Poin tersebut mencakup transparansi penerimaan dan penggunaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Iuran Pengembangan Institusi (IPI), serta sumber penerimaan mahasiswa lainnya; reformasi sistem penerimaan mahasiswa baru; evaluasi jajaran birokrasi yang berwenang dalam penerimaan mahasiswa dan pengelolaan keuangan; serta keterbukaan anggaran yang dapat diakses civitas academica.

Unsoed juga akan menggelar forum pertanggungjawaban terbuka bersama mahasiswa paling lambat 14 hari, menyampaikan laporan perkembangan pembenahan setiap tiga bulan, serta mengadakan forum pengawasan bersama mahasiswa minimal sekali setiap semester.

Pihak rektorat akan mengkaji seluruh poin tuntutan mahasiswa selama tiga hari mulai 24 Agustus 2026.

Leave a Reply