Alhamdulillah, 171 Tukang Becak Sragen akan Dapat Bantuan Becak Listrik Presiden

Alhamdulillah, 171 Tukang Becak Sragen akan Dapat Bantuan Becak Listrik Presiden
Sejumlah tukang becak berdiri di samping becak listrik pemberian Presiden Prabowo Subianto usai mengikuti konvoi becak listrik di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025). (Antara/Harviyan Perdana Putra)

Mataraminsight.com, SRAGEN — Sebanyak 171 tukang becak kayuh di Kabupaten Sragen bakal menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional dalam waktu dekat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen sudah menerima surat dari yayasan yang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan becak listrik tersebut.

Wakil Bupati (Wabup) Sragen Suroto saat ditemui wartawan baru-baru ini mengaku sudah menerima surat pemberitahuan dari yayasan yang bersangkutan tertanggal 21 September 2026.

Dalam surat yang ditujukan kepada Bupati Sragen tersebut diberitahukan adanya Program Bantuan Becak Listrik Gratis bagi pengemudi becak kayuh di seluruh Indonesia melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) atau Prabowo Subianto Foundation yang ditunjuk dan dipercaya mengelola serta mendistribusikan bantuan tersebut. Dalam surat itu disebutkan ada 171 becak listrik yang akan diberikan kepada pengemudi becak di Sragen.

Pemkab Sragen diminta memberikan dukungan, partisipasi, serta fasilitasi agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. Bantuan tersebut di antaranya meliputi penerimaan audiensi dari yayasan, pendataan calon penerima bantuan sesuai petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP), survei verifikasi dan validasi tahap I di lapangan, penerimaan unit becak listrik di lokasi, serta verifikasi dan validasi tahap II yang mencakup pelatihan teori dan praktik.

Wabup Suroto menerangkan munculnya bantuan becak listrik tersebut berasal dari obrolan ringan dengan pimpinan DPRD Sragen beberapa waktu lalu. Dia tidak menyangka wacana tersebut ditanggapi serius.

“Rupanya wacana tersebut direspons Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Bahkan sudah ada surat resmi terkait kuota bantuan becak listrik sebanyak 171 unit dari Presiden untuk warga Sragen. Nanti tinggal sosialisasi dan diskusi. Hal ini segera saya sampaikan kepada Bupati,” jelas Suroto.

Dia senang dengan adanya bantuan tersebut meskipun belum terealisasi. Dia menyatakan bantuan becak listrik diberikan kepada pengemudi becak kayuh atau konvensional yang usianya sudah tua-tua.

Suroto melihat banyak tukang becak di wilayah Sragen, khususnya di Gemolong, yang kondisinya cukup memprihatinkan. Dia mengungkapkan banyak di antara mereka yang belum memiliki armada sendiri dan harus menyewa setiap hari.

“Kasihan, sudah tua harus genjot becak, masih harus bayar setoran sewa Rp5.000, Rp10.000, sampai Rp15.000 sehari. Tenaganya rekoso [melelahkan]. Kalau ada becak listrik ini, mereka tak perlu bayar sewa dan tak perlu memeras keringat terlalu keras. Ini betul-betul ada rasa kemanusiaan,” kata dia.

Dia menyatakan bantuan becak listrik dapat memudahkan layanan transportasi sekaligus menjadi solusi ramah lingkungan. Dia mengatakan banyak becak yang dimodifikasi dengan mesin pompa air. Dia berharap bantuan becak listrik bisa meningkatkan perekonomian para tukang becak.

Leave a Reply